“hhhhmmmmmmm…”
adalah ekspresi yang pantas untuk disandingkan dengan detik-detik setelah menyeruput secangkir kopi hangat. Seperti jeda kosong diantara playlist lagu pada pita kaset, menikmati segelas kopi disela ketidakpastian beruntun memang sangatlah sayang bila dilewatkan. Hembusan nafas seperti “ffhuuuhh…” yang keluar bersama gumpalan asap rokok juga merupakan momen yang jarang sekali bisa dibahasakan dengan sempurna.
Ini malam bersama seorang kawan, saya ngobrol disebuah kedai kopi terkenal di Yogyakarta. Kopi Joss. Letaknya persis disebelah utara stasiun K.A Tugu. Kita berbincang banyak hal, mulai dari situasi politik, peluang wirausaha, buku atau film-film terbaru hingga ke topik-topik random lainnya.
Tidak banyak yang bisa saya tuliskan disini, namun satu hal yang menarik saat saya bercerita tentang keragu-raguan saya akan satu hal, dia meraih sendok pada gelas kopinya. Mengaduk-ngaduk kopi yang bisa dibilang sudah setengah dingin lalu menyisihkan satu gumpalan arang yang ada dalam gelas. Seperti seorang filsuf Athena, ia membakar batang rokok yang kesekian, dan berucap “fffuuuhhhh…”



