entah apa yang memberanikan saya menulis ini, yang pasti bukan berangkat dari niatan mengkritik karena dinamika kita masing-masing tidak bisa di teorikan atau minimal di generalisasikan...
tapi malam ini saya harus katakan ketidaksepakatan saya dengan penggunaan kata "love" dalam konteks kalimat "love isn't enough".
love itu diposisikan seperti anak kandung,
sedang anak haramnya "i need a...i need b...i need c...
i want a..i want b..i want x..."
ya,seperti anak haram,kata-katanya tidak salah,hanya tidak sepenuhnya diinginkan lahir.
28 maret
hari berlalu dengan biasa-biasa saja..
tapi terasa damai
dengan menikmati cinta yang tak bersyarat,
kita dapat segera bahagia.
aku berfikir bahwa hidup seperti itu akan berlangsung selamanya..
Tentu saja,
ini semua akan terus berlanjut
tapi hanya...pada taraf tertentu saja.
dan kebahagiaan pasti ada batas.
kalau kita melewati garis itu tanpa mengetahuinya,
kita akan kehilangan segalanya.
karena itulah...
aku menolak dunia tempat kita berada saat itu.
aku membentuk kembali diriku.
Tapi sebagai gantinya...
aku lupa..
bagaimana caranya tertawa,
aku lupa...
bagaimana caranya marah,
jiwaku terasa kosong.
dan didalam kekosongan ini
aku tidak merasakan apa apa..
air mata pun..
tidak pernah bisa menetes.
tapi terasa damai
dengan menikmati cinta yang tak bersyarat,
kita dapat segera bahagia.
aku berfikir bahwa hidup seperti itu akan berlangsung selamanya..
Tentu saja,
ini semua akan terus berlanjut
tapi hanya...pada taraf tertentu saja.
dan kebahagiaan pasti ada batas.
kalau kita melewati garis itu tanpa mengetahuinya,
kita akan kehilangan segalanya.
karena itulah...
aku menolak dunia tempat kita berada saat itu.
aku membentuk kembali diriku.
Tapi sebagai gantinya...
aku lupa..
bagaimana caranya tertawa,
aku lupa...
bagaimana caranya marah,
jiwaku terasa kosong.
dan didalam kekosongan ini
aku tidak merasakan apa apa..
air mata pun..
tidak pernah bisa menetes.
Subscribe to:
Posts (Atom)

