existentialism. (part 2)

|

Sekarang bayangkan, bagaimana jika Pak Tua (Si Ayah) tadi hanya sendiri tanpa anak laki-lakinya, dan juga tanpa orang-orang dijalan yang menyaksikannya. Tentu saja Si Ayah akan menjadi subyek, yang bebas dan merdeka.


Adalah Jean Paul Sartre, salah seorang filsuf penganut eksistensialisme, yang mengatakan “Orang lain adalah neraka bagi diriku.” Karena anak laki-lakinya, Si Ayah menjadi tidak bebas untuk memperlakukan atau menaiki kudanya. Begitu juga kehadiran orang-orang lain yang memperhatikannya disepanjang jalan membuat Si Ayah menjadi tidak merdeka. Bahkan mereka (orang-rang lain tersebut) yang menjadi subyek, sedangkan si Ayah hanya sekedar obyek. Penderita. Dicaci-maki. Dibaweli.  Kebebasan dan kemerdekaan si Ayah pun terenggut oleh kehadiran orang lain.

0 comments:

Post a Comment