aku takut kau hilang saat aku berkata-kata;
itulah kenapa aku memilih menjagamu dalam diam.
aku dan kata berlari menuju mu;
aku rela membunuh kata jika ia terus berpikir ia bisa lebih dulu melukis senyum mu.
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
28 maret
hari berlalu dengan biasa-biasa saja..
tapi terasa damai
dengan menikmati cinta yang tak bersyarat,
kita dapat segera bahagia.
aku berfikir bahwa hidup seperti itu akan berlangsung selamanya..
Tentu saja,
ini semua akan terus berlanjut
tapi hanya...pada taraf tertentu saja.
dan kebahagiaan pasti ada batas.
kalau kita melewati garis itu tanpa mengetahuinya,
kita akan kehilangan segalanya.
karena itulah...
aku menolak dunia tempat kita berada saat itu.
aku membentuk kembali diriku.
Tapi sebagai gantinya...
aku lupa..
bagaimana caranya tertawa,
aku lupa...
bagaimana caranya marah,
jiwaku terasa kosong.
dan didalam kekosongan ini
aku tidak merasakan apa apa..
air mata pun..
tidak pernah bisa menetes.
tapi terasa damai
dengan menikmati cinta yang tak bersyarat,
kita dapat segera bahagia.
aku berfikir bahwa hidup seperti itu akan berlangsung selamanya..
Tentu saja,
ini semua akan terus berlanjut
tapi hanya...pada taraf tertentu saja.
dan kebahagiaan pasti ada batas.
kalau kita melewati garis itu tanpa mengetahuinya,
kita akan kehilangan segalanya.
karena itulah...
aku menolak dunia tempat kita berada saat itu.
aku membentuk kembali diriku.
Tapi sebagai gantinya...
aku lupa..
bagaimana caranya tertawa,
aku lupa...
bagaimana caranya marah,
jiwaku terasa kosong.
dan didalam kekosongan ini
aku tidak merasakan apa apa..
air mata pun..
tidak pernah bisa menetes.
Requim : Senyum Berkabung
Jika langit kelak kembali dan mulai kau pahami
Kepakkan gaunmu mengayun turun, karena telah kubangun seribu menara
Dengan riuh cahaya lampu agar kau tahu
Masih menggetar samar jantungku disana dilaut……
Burung burung menjelma perempuan buta yang mencakar gitar diatas sampan;
seribu mantra bersetubuh dengan remang bulan
Dan sesuatu yang terampas dari ingatan tersalib di pematang pasang
Lalu raib menyaru gelombang –
apa yang terbabtis dibalik senyummu hingga segala jerit dari sajak sajakku tak dari jemari maut yang terapung buntung ?
apa termakhtub dicelah bibirmu hingga ribuan pekik ?
Kepakkan gaunmu mengayun turun, karena telah kubangun seribu menara
Dengan riuh cahaya lampu agar kau tahu
Masih menggetar samar jantungku disana dilaut……
Burung burung menjelma perempuan buta yang mencakar gitar diatas sampan;
seribu mantra bersetubuh dengan remang bulan
Dan sesuatu yang terampas dari ingatan tersalib di pematang pasang
Lalu raib menyaru gelombang –
apa yang terbabtis dibalik senyummu hingga segala jerit dari sajak sajakku tak dari jemari maut yang terapung buntung ?
apa termakhtub dicelah bibirmu hingga ribuan pekik ?
Dawai yang kucabik dengan ingatan seorang penyair sekedar bunyi gaib yang mencair.
aku tahu, igauanku barangkali
Tak berjawab, langit terlalu jauh dan tak mesti ada kabar bagi doa yang bingar !
Tetapi persekutuan yang kau pilih dengan diam,
Diam itu telah menghantarku pada badai lain,
dan aku tak mampu lagi
sembunyi atau sekedar gemetar memandang sampan yang mulai tergenang perlahan ini:
Oh jika remuk kembali langit di celah bibirmu
Jika lepuh seluruh cahaya dari rapuh mantraku
Biar laut menjadi nabi dari segala yang tak berbentuk
Pada segala karam yang terkutuk
*karya Kananta
ini puisi kalo kata anak gaul tuh gue banget lah... :)
aku tahu, igauanku barangkali
Tak berjawab, langit terlalu jauh dan tak mesti ada kabar bagi doa yang bingar !
Tetapi persekutuan yang kau pilih dengan diam,
Diam itu telah menghantarku pada badai lain,
dan aku tak mampu lagi
sembunyi atau sekedar gemetar memandang sampan yang mulai tergenang perlahan ini:
Oh jika remuk kembali langit di celah bibirmu
Jika lepuh seluruh cahaya dari rapuh mantraku
Biar laut menjadi nabi dari segala yang tak berbentuk
Pada segala karam yang terkutuk
*karya Kananta
ini puisi kalo kata anak gaul tuh gue banget lah... :)
Trinitas.
aku menghadap ke luar jendela
ke dahan dan rumput yg baru tumbuh
menumbuhkan kerinduan yang sengit;
aku menghadap kepadamu
tak bisa menjerit
Udara adalah satu2nya yg sebanding dengan mu sore ini
yang menjadi nafasku meski ia diam atau menghambur
dan memperlihatkan dirinya menjadi pucuk2 daun
betapa perasaan ini adalah tangan yang meremas hati ku keras2
sampai remuk dan berjatuhan ditubuh impian yg selalu ku pungut lagi
nyaris seperti daun-daun jatuh di pagi hari.
*karya Mrd
ke dahan dan rumput yg baru tumbuh
menumbuhkan kerinduan yang sengit;
aku menghadap kepadamu
tak bisa menjerit
Udara adalah satu2nya yg sebanding dengan mu sore ini
yang menjadi nafasku meski ia diam atau menghambur
dan memperlihatkan dirinya menjadi pucuk2 daun
betapa perasaan ini adalah tangan yang meremas hati ku keras2
sampai remuk dan berjatuhan ditubuh impian yg selalu ku pungut lagi
nyaris seperti daun-daun jatuh di pagi hari.
*karya Mrd
Tetaplah Melukis
Tetaplah melukis "KEKUATAN" diatas MASALAH yang berwujud KANVAS
TAKARLAH warna-warni pengetahuan,ingatan akan pengalaman,kreativitas,
cinta,semangat dan doa..
lalu goreskan takaran dengan kuas yang dipapah oleh TANGAN mu
Tangan seorang lelaki bernama PATRICK
semoga kelak lewat lukisan itu,ada kebahagiaan dihati SEMUA ORANG yg KAU SAYANGI
dan semoga ALLAH juga tersenyum.
mei '09
Cinderamata sore ini
Pantai akan kehilangan keindahan ketika gelora ombak air laut dan pasir putih menyatu,
menjadi tenang..
entah satu karena bahasa takdir atau ketika salah satu menaklukan yg lain
dan begitu lah kita manisku
setiap persinggungan ternyata bukan kebutuhan akan kesatuan
yang akan menghapus keindahan itu sendiri
abadilah engkau gairah ombak,
krn kita tidak saling mengikis
ada dan tetaplah ada wahai kau yang disebut pantai
berakarlah dalam ingatan
tentang keindahan agar tetap bisa mereka nikmati
juni '09
menjadi tenang..
entah satu karena bahasa takdir atau ketika salah satu menaklukan yg lain
dan begitu lah kita manisku
setiap persinggungan ternyata bukan kebutuhan akan kesatuan
yang akan menghapus keindahan itu sendiri
abadilah engkau gairah ombak,
krn kita tidak saling mengikis
ada dan tetaplah ada wahai kau yang disebut pantai
berakarlah dalam ingatan
tentang keindahan agar tetap bisa mereka nikmati
juni '09
Huruf,Sahabat,Kawan.
kutinggalkan kau sejenak sahabatku;
huruf-huruf yang selalu ada
karena malam ini tak kutemui hukum baru
untuk memaksamu percaya
engkau bisa berdiri seperti layaknya deretan angka
lalu memihak pada ku
sore tadi kupasung tanganku
agar ia tak lancang menulis
maaf bila kau harus pupus malam ini
kau tidak untuk tinta
tidak saat ini
tidak ada persekutuan kisah bagi kalian !!
jangan menebak
kau terlalu kecil untuk bersanding dengan tiap getar jantungku
juga mataku
kau bisa berkawan dengan mataku
karena ia begitu sempit
patuh pada hukum lama
kesamar-samaran ini
kemenanganku dan dirinya
kami hendak diam saja
diam yang menggetarkan niat tangan seorang pelukis realis
pun dawai gitar harus malu membisu,datar,
seperti candu yang selalu kau berikan juga padaku
kau menuntunku merasa bahwa kita dipersatukan hanya oleh kesedihan
kau salah sahabat.
kau harus salah.
malam ini aku juga membekalimu,
kelak kau sendiri yang akan menikmati kekalahan ku
dan akan kau hujam seperti anak haram dari keindahan yang kau pernah tetapkan.
tunggu dan bayangkanlah gelak tawa kesenangan yang akan kau jemput sendiri
nanti di hari kemenangan,
aku mau menyebutnya begitu,
kalian menurunkan jasad ku;kawan dan sabahatku.
yang terhunus angkuh
biar sekat persinggahan yang berdakwah,
lalu kau bebas bergerak sahabatku;
huruf-hurufku yg hari ini kutinggalkan.
august'09.
huruf-huruf yang selalu ada
karena malam ini tak kutemui hukum baru
untuk memaksamu percaya
engkau bisa berdiri seperti layaknya deretan angka
lalu memihak pada ku
sore tadi kupasung tanganku
agar ia tak lancang menulis
maaf bila kau harus pupus malam ini
kau tidak untuk tinta
tidak saat ini
tidak ada persekutuan kisah bagi kalian !!
jangan menebak
kau terlalu kecil untuk bersanding dengan tiap getar jantungku
juga mataku
kau bisa berkawan dengan mataku
karena ia begitu sempit
patuh pada hukum lama
kesamar-samaran ini
kemenanganku dan dirinya
kami hendak diam saja
diam yang menggetarkan niat tangan seorang pelukis realis
pun dawai gitar harus malu membisu,datar,
seperti candu yang selalu kau berikan juga padaku
kau menuntunku merasa bahwa kita dipersatukan hanya oleh kesedihan
kau salah sahabat.
kau harus salah.
malam ini aku juga membekalimu,
kelak kau sendiri yang akan menikmati kekalahan ku
dan akan kau hujam seperti anak haram dari keindahan yang kau pernah tetapkan.
tunggu dan bayangkanlah gelak tawa kesenangan yang akan kau jemput sendiri
nanti di hari kemenangan,
aku mau menyebutnya begitu,
kalian menurunkan jasad ku;kawan dan sabahatku.
yang terhunus angkuh
biar sekat persinggahan yang berdakwah,
lalu kau bebas bergerak sahabatku;
huruf-hurufku yg hari ini kutinggalkan.
august'09.
ada ; cahaya
ada saat-saat
dimana aku mengharapkan engkau mencegahku,
entah untuk pergi
atau sekedar berdiri pada satu titik
dalam jarak yang menghubungkan antara...
ah...kau lebih tau
apa sebutan yang tepat untuk jarak itu
pada satu titik
dimana kemunafikan seolah menjadi udara segar
menyisakan kekalahan seorang petarung
dengan hukuman menapaki senyum anggunmu
yang bersajak tentang keangkuhan, kemenangan,
juga ketidakberdayaan
tetapi suatu kekuatan
daya tak ternalar
kuasa atas awal dan akhirku
menyihirku
untuk menjadi pelukis
diatas kanvas ketidakpastian
dan kau ?
ada;cahaya.
(mei'09)
dimana aku mengharapkan engkau mencegahku,
entah untuk pergi
atau sekedar berdiri pada satu titik
dalam jarak yang menghubungkan antara...
ah...kau lebih tau
apa sebutan yang tepat untuk jarak itu
pada satu titik
dimana kemunafikan seolah menjadi udara segar
menyisakan kekalahan seorang petarung
dengan hukuman menapaki senyum anggunmu
yang bersajak tentang keangkuhan, kemenangan,
juga ketidakberdayaan
tetapi suatu kekuatan
daya tak ternalar
kuasa atas awal dan akhirku
menyihirku
untuk menjadi pelukis
diatas kanvas ketidakpastian
dan kau ?
ada;cahaya.
(mei'09)
Subscribe to:
Posts (Atom)
