Erric Fromm (The Art of Loving)
Menelusuri Neoliberalisme.
Requim : Senyum Berkabung
Kepakkan gaunmu mengayun turun, karena telah kubangun seribu menara
Dengan riuh cahaya lampu agar kau tahu
Masih menggetar samar jantungku disana dilaut……
Burung burung menjelma perempuan buta yang mencakar gitar diatas sampan;
seribu mantra bersetubuh dengan remang bulan
Dan sesuatu yang terampas dari ingatan tersalib di pematang pasang
Lalu raib menyaru gelombang –
apa yang terbabtis dibalik senyummu hingga segala jerit dari sajak sajakku tak dari jemari maut yang terapung buntung ?
apa termakhtub dicelah bibirmu hingga ribuan pekik ?
aku tahu, igauanku barangkali
Tak berjawab, langit terlalu jauh dan tak mesti ada kabar bagi doa yang bingar !
Tetapi persekutuan yang kau pilih dengan diam,
Diam itu telah menghantarku pada badai lain,
dan aku tak mampu lagi
sembunyi atau sekedar gemetar memandang sampan yang mulai tergenang perlahan ini:
Oh jika remuk kembali langit di celah bibirmu
Jika lepuh seluruh cahaya dari rapuh mantraku
Biar laut menjadi nabi dari segala yang tak berbentuk
Pada segala karam yang terkutuk
*karya Kananta
ini puisi kalo kata anak gaul tuh gue banget lah... :)
Trinitas.
ke dahan dan rumput yg baru tumbuh
menumbuhkan kerinduan yang sengit;
aku menghadap kepadamu
tak bisa menjerit
Udara adalah satu2nya yg sebanding dengan mu sore ini
yang menjadi nafasku meski ia diam atau menghambur
dan memperlihatkan dirinya menjadi pucuk2 daun
betapa perasaan ini adalah tangan yang meremas hati ku keras2
sampai remuk dan berjatuhan ditubuh impian yg selalu ku pungut lagi
nyaris seperti daun-daun jatuh di pagi hari.
*karya Mrd
refleksi 5 desember 2009
Arms Race and the Development of Nuclear Weapons Technology
Arms Race phenomenon begins to color the dynamics of politics among nations in an era called Cold War. At that time, for the interest of 2 superpower countries, the United States and Soviet Union try to spread their influence by making regional block. Each power tries to support military needs in each allied countries. History told us that the establishment of the Defense Pact like NATO (North Atlantic Treaty Organization) and Warsaw Pact are the media to achieve both superpower countries interest that cause conflict by proxy between countries that include in United States and Soviet alliances.
Mahameru (26 Oktober 2009)

sedikit tentang marxisme dalam studi HI
a short essay
- Reasonable prize
- In bargaining, we learn how to communicate with others and improve our brotherhood based on a direct face-to-face meeting.
- Knowing our national products like handicraft, special food or snack and the like
- Learning how to be hospitable and friendly with other because friendliness is one of our ntional characteristics.
Tetaplah Melukis
Cinderamata sore ini
menjadi tenang..
entah satu karena bahasa takdir atau ketika salah satu menaklukan yg lain
dan begitu lah kita manisku
setiap persinggungan ternyata bukan kebutuhan akan kesatuan
yang akan menghapus keindahan itu sendiri
abadilah engkau gairah ombak,
krn kita tidak saling mengikis
ada dan tetaplah ada wahai kau yang disebut pantai
berakarlah dalam ingatan
tentang keindahan agar tetap bisa mereka nikmati
juni '09
Huruf,Sahabat,Kawan.
huruf-huruf yang selalu ada
karena malam ini tak kutemui hukum baru
untuk memaksamu percaya
engkau bisa berdiri seperti layaknya deretan angka
lalu memihak pada ku
sore tadi kupasung tanganku
agar ia tak lancang menulis
maaf bila kau harus pupus malam ini
kau tidak untuk tinta
tidak saat ini
tidak ada persekutuan kisah bagi kalian !!
jangan menebak
kau terlalu kecil untuk bersanding dengan tiap getar jantungku
juga mataku
kau bisa berkawan dengan mataku
karena ia begitu sempit
patuh pada hukum lama
kesamar-samaran ini
kemenanganku dan dirinya
kami hendak diam saja
diam yang menggetarkan niat tangan seorang pelukis realis
pun dawai gitar harus malu membisu,datar,
seperti candu yang selalu kau berikan juga padaku
kau menuntunku merasa bahwa kita dipersatukan hanya oleh kesedihan
kau salah sahabat.
kau harus salah.
malam ini aku juga membekalimu,
kelak kau sendiri yang akan menikmati kekalahan ku
dan akan kau hujam seperti anak haram dari keindahan yang kau pernah tetapkan.
tunggu dan bayangkanlah gelak tawa kesenangan yang akan kau jemput sendiri
nanti di hari kemenangan,
aku mau menyebutnya begitu,
kalian menurunkan jasad ku;kawan dan sabahatku.
yang terhunus angkuh
biar sekat persinggahan yang berdakwah,
lalu kau bebas bergerak sahabatku;
huruf-hurufku yg hari ini kutinggalkan.
august'09.
